Empat Nelayan Diselamatkan Unsur Latgabma Super Garuda Shield 2022

Danguspurla Koarmada I, Laksma TNI H. Krisno Utomo, PSC (J)., MA., MMS., CHRMP tengah memberikan penjelasan pers terkait kronologis penyelamatan korban nelayan tenggelam. foto ayunus
Danguspurla Koarmada I, Laksma TNI H. Krisno Utomo, PSC (J)., MA., MMS., CHRMP tengah memberikan penjelasan pers terkait kronologis penyelamatan korban nelayan tenggelam. foto ayunus

Detak News BATAM – Unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yakni KRI Bung Tomo- 357, KRI Frans Keisepo-368 dan KRI John Lie-358 yang sedang melaksanakan latihan gabungan bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2022 berhasil melaksanakan SAR terhadap 4 orang korban kapal tenggelam di Timur Kepulauan Bangka, Minggu (31/7).

Penyelamatan keempat korban yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KM Rizky yang mengalami kecelakaan laut, berlangsung saat konvoi menuju Batam,

Bacaan Lainnya

Dansatgas Latgabma Super Garuda Shield 2022 yang juga Danguspurla Koarmada I, Laksma TNI H. Krisno Utomo, PSC (J)., MA., MMS., CHRMP, menjelaskan bahwa saat melaksanakan latihan perang pihaknya mendapatkan informasi SAR, dan dia langsung meminta ketiga KRI melakukan pertolongan.

“Hanya selang beberapa jam setelah informasi SAR diterima, keempat korban dapat diselamatkan,’ ungkapnya ke awak media, Senin (1/8/2022) di atas KRI Makassar yang tengah sandar di Makobar Batu Ampar, Batam.

Tim dokter dari TNI AL tengah memeriksa kondisi kesehatan satu dari empat korban yang berhasil dievakuasi. dok TNI AL
Tim dokter dari TNI AL tengah memeriksa kondisi kesehatan satu dari empat korban yang berhasil dievakuasi. dok TNI AL

Dimana sekitar pukul 07.30 WIB, KRI Bung Tomo- 357 melihat kontak 1 orang mengapung melambaikan tangan meminta pertolongan sehingga personel KRI Bung Tomo- 357 segera melaksanakan prosedur MOB (Man Over Boat) dengan menurunkan perahu karet untuk mendekati titik lokasi korban.

Saat satu orang korban berhasil dievakuasi oleh personel KRI Bung Tomo- 357 untuk penanganan lebih lanjut, KRI Frans Keisepo – 368 juga mendapati satu orang terapung (korban ke 2) pada jarak 1,5 Nm dari posisi korban pertama dan segera melaksanakan prosedur yang sama untuk mengevakuasi korban.

Sekitar pukul 07.47 WIB, KRI Bung Tomo- 357 kembali melihat kontak dua orang mengapung (korban ke-3 dan ke-4) di sekitar lokasi yang sama saat korban pertama ditemukan dan selanjutnya kembali dilaksanakan prosedur penyelamatan  sehingga seluruhnya 3 orang nelayan berhasil di evakuasi oleh KRI Bung Tomo- 357 dan 1 orang nelayan berhasil di evakuasi oleh KRI Frans Keisepo – 368.

Identias ke 4 korban yang merupakan warga Buton tersebut adalah :  Ikram (35) Nahkoda, Suryanto (42),  Hajra (22)  dan  Lasu Harjo (29).

Masih kata Danguspurla Koarmada I, setelah dilaksanakan pengecekan kesehatan terhadap seluruh korban, pada umumnya korban dalam keadaan sadar, namun dengan keluhan lemas dan masih dapat diajak berkomunikasi. Selanjutnya dilaksanakan penanganan awal Bintara Kesehatan (Bakes) yang berada di setiap KRI.

Berdasarkan keterangan dari para korban, mereka berangkat melaut dari Pangkal Balam, Bangka Belitung, pada Tanggal 28 Juli 2022 untuk mencari Ikan. Namun ditengah perjalanan kapal yg mereka tumpangi mengalami kebocoran dan kemudian tenggelam. Seluruh korban telah terapung di laut selama 72 Jam, sebelum akhirnya berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh KRI yang tengah melaksanakan latihan Super Garuda Shield 2022. Selanjutnya seluruh korban akan dibawa ke pangkalan terdekat  untuk mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut.

Kegiatan SAR yang dilakukan unsur KRI tersebut merupakan implementasi perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono kepada prajuritnya untuk berperan aktif secara profesional, bergerak cepat dalam mendukung kegiatan atau membantu saat ada kejadian yang membuat penderitaan bagi rakyat sebagai salah satu tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sehingga keberadaan prajurit TNI AL akan bermanfaat bagi masyarakat sekelilingnya.

“Trouble mesin dan dihantam ombak tinggi, tiba-tiba kalpa dipenuhi air dan tenggelam. Kami berupaya bertahan di atas papan dan hanyut,” ungkap Suriyanto, salah satu korban.

Dijelaskan, mereka berempat terombang ambing terbawa ombak selama tiga hari, mereka kelaparan dan kehausan. Mereka sempat putus asa sebelum akhirnya diselamatkan TNI AL.

“Kami betul-betul bersyukur bisa diselamatkan,” pungkasnya. (ays)

Pos terkait